Mobil murah di Indonesia

Karawang, KompasOtomotif - Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono ketika meresmikan pabrik Daihatsu memberi sinyal yang menyegarkan industri otomotif Indonesia. Dikatakannya, pemerintah segera meluncurkan regulasi mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) dalam waktu dekat. Informasi ini seperti “angin surga” bagi pelaku industri otomotif nasional karena memang sudah menantikan terbitnya peraturan.

“Dalam waktu tidak lama lagi (LCGC keluar), kita akan lebih unggul memanfaatkan segmen yang sebelumnya belum dimanfaatkan,” komentar Bodediono di Karawang, Jawa Barat, hari ini (22/4/2013).

Kesiapan Daihatsu, lanjutnya, untuk memproduksi LCGC membuktikan kalau ruang produksi kendaraan bermotor di Indonesia masih sangat luas. Program ini terus menjadi perhatian serius baik pemerintah dan dunia usaha. Potensi pasar mobil di antara pengguna sepeda motor dan mobil juga besar.

“Kalau ini dimanfaatkan pasar akan meledak, termasuk potensi ekspor ke sejumlah negara berkembang di ASEAN misalnya,” beber Boediono.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian menambahkan, reliasasi peraturan LCGC memang semakin dekat. “Tapi, saya tidak bisa menjawab bulannya, masih proses,” beber Budi.

Toyota dan Daihatsu menjadi dua merek pertama yang sudah memperkenalkan duo Ayla dan Agya sebagai produk LCGC sejak September tahun lalu. Pabrik baru ADM di Karawang sudah mulai beroperasi sejak Oktober tahun lalu, tapi karena regulasi belum keluar, produksi si kembar terus terunda.

Bahkan Sudirman MR, Presiden Direktur ADM pernah mengatakan puluhan pemasoknya terpaksa tidak berproduksi karena LCGC belum berjalan sejak Januari 2013.